Oleh: adnanpurwanto | Oktober 1, 2008

Soi 7, Soi Muslim, Soi Surao

Apaan tuh Soi, begitu tanya temen2ku, kalo tak kasih alamat di Bangkok. Soi itu artinya gang, sebenernya sich nggak tepat juga disebut gang, orang mobil papasan aja masih bisa, kalo di Indonesia tetep aja disebut jalan. Soi itu jalan kecil yg bermuara ke jalan besar / raya. Di Bangkok, setiap Soi itu dikasih nomor, biasanya utk setiap jalan itu, satu sisi dikasih ganjil semua, sisi yang lain genap semua.

Baca Lanjutannya…

Oleh: adnanpurwanto | Oktober 1, 2008

Aranyaprathet, Surga Belanja, Latihan Neraka di Dunia

Hari Minggu, 28 September 2008, aku diajak ke Aranyaprathet oleh Pak Didid, aku oke aja, daripada bengong dikamar. Aku berangkat pagi banget, jam 06.30, kita udah berangkat, dengan sedikit ngantuk2, krn semalem nggak tidur, menyelamatkan HD Eksternalku yg kena sedikit kecelakaan fatal, untung masih bisa diselamatkan, he..he..

Baca Lanjutannya…

Oleh: adnanpurwanto | September 29, 2008

RINDU

Kalian ada dlm hatiku setiap saat…

Dalam mimpiku…

Dalam tidurku…

Dalam setiap nafasku…

Kalian selalu bersamaku…

 

Tidak ada kata yang bisa mewakili…

Rinduku pada kalian….

Tawa dan sentuhan kalian tidak bisa tergantikan…

Oleh apapun di dunia ini…

 

Menjelang lebaran ini, relakanlah aku berdiri sendiri …

Terdampar di kota yang indah …

Belajar untuk bisa memaknai hidup ini …

Dan mencatat semuanya dalam lembaran pengalaman …

Yang tak ternilai harganya …

Untuk mencari jati diri yang sesungguhnya …

IMG 0069

 

nia

 

namaku

Oleh: adnanpurwanto | September 26, 2008

Setting Server Multicast di Windows

Sebelumnya aku udah memposting pembangunan server Multicast di OS Centos, iseng – iseng dan disertai keinginan luhur (ceile..) supaya lebih mudah menginstalasi server Multicast, maka aku coba bangun di dalam OS Windows. Ternyata bisa, secara prinsip sama cuma lebih mudah, sayangnya lebih mahal (iya donk!, kan harus beli). OK monggo dinikmati :

 

  1. Pasang 2 LAN Card di satu Komputer, topologinya yang saya pasang adalah sebagai berikut :

    Ket:

     

    IP di Modem Hughes : 10.230.41.1/30

     

    IP di Server Multicast :

    eth0 yg ke modem Hughes : 10.230.41.1/30

    eth1 yg ke Switch : 192.168.1.100/24

     

    IP di DSL Modem yg ke LAN adalah : 192.168.1.254/24

     

  2. Setting IP Address di 2 LAN Card tersebut, sesuaikan dengan IP Address masing – masing
  3. Pilih 2 LAN Card tersebut di Network Connection, klik kanan, pilih Bridge Connection

  4. Akan tampak gambar Network Bridge, klik kanan icon tsb, pilih Properties

     

  5. Pilih Internet Protocol (TCP/IP)
  6. Masukkan IP Address yg satu jaringan dengan LAN di tempat tersebut, contohnya kalau di SIB 192.168.1.101, masukkan juga Gatewaynya yaitu gateway yg ke arah Internet, juga DNS nya

  7. Klik OK

 

Sudah selesai, streaming video SEAEduNet dapat dinikmati oleh setiap komputer di jaringan LAN.

Oleh: adnanpurwanto | September 22, 2008

Berlian Kushari

Tgl 17 September, ak berangkat ke KBRI, mau ikut buka puasa bersama. Setelah sampai disana, biasa nongkrong – nongkrong dulu, aku ngobrol sama temen2 mahasiswa Indonesia yg di Thailand, sambil tanya – tanya kemungkinan S2 di sini.

Kulihat ada sesosok muka yg kayaknya aku rada kenal, kaya temen SMPku dulu, tapi masa sich dia di Bangkok. Kupendam aja pertanyaan itu. Kami salaman, diapun tampaknya mengerenyitkan dahi. Kamipun berlalu begitu saja.

Abis buka, aku ikut sholat Tarawih, kulihat orang itu malah jadi imam. Berarti bukan pikirku, krn imam biasanya orang yg sudah senior. Kupendam pertanyaan mengenai dia.

Hingga hari Minggu kemaren, aku ikut buka puasa di tempatnya Pak Budi (disini sering diadakan buka puasa bersama ). Orang itu datang telat. Aku yg lagi ngerokok bareng pak Darmanto (staf Atdikbud) langsung tanya ke pak Darmanto, ” Pak, yg baru dateng namanya siapa ?”. Pak Dar menjawab, “Aan, Berlian mas”. “Nama lengkapnya Berlian Kushari ya pak ?”. Pak Dar menjawab “Iya, kok tahu ? kenal ya?”. Aku nggak menjawab, langsung kuhampiri dia dan aku bertanya ” Masih kenal aku ?”.

Dengan muka penuh senyum, dia menjawab “Adnan ya, dari kemaren aku udah lihat kamu, tapi aku nggak percaya itu kamu Nan, masa anak gendeng nyampe Bangkok”. Pecahlah tawa kami berdua.

Hatiku lega, disaat rasa kesepian itu datang, apalagi mengingat lebaran sebentar lagi, punya orang yg udah kenal lama rasanya luar biasa. Kami udah tidak pernah ketemu sejak SMP. 15 tahun yg lalu, dia udah jadi dosen UII dan sekarang sedang mengambil S-3 di AIT. Wah luar biasa juga temenku yg satu ini. Aku terlecut juga utk mengikuti jejak dia.

Berlian, tanpa kamu sadari, hatiku langsung hangat saat itu. Thanks my friend, walau waktu sekolah kita nggak deket, tapi senang rasanya berteu kamu disini, di negeri orang.

namaku

Server pertama Multicast di Luar Negeri jadi juga untuk Sekolah Indonesia Bangkok. Topologi jaringan yg saya bangun adalah :

topologi sib

 

Ket:

IP di Modem Hughes : 10.230.41.1/30

IP di Server Multicast :

  • eth0 yg ke modem Hughes : 10.230.41.1/30
  • eth1 yg ke Switch : 192.168.1.100/24

IP di DSL Modem yg ke LAN adalah : 192.168.1.254/24

Jadi aku tidak merubah jaringan yg ada, jaringannya tetap, bahkan tidak perlu merubah gateway di tiap-tiap client.

Langkah-langkahnya adalah sbb :

1. Install OS Centos

2. Login sebagai root (jika blm bikin user SU)

3. Setting IP masing – masing interface

  • #vi /etc/sysconfig/network-script/ifcfg-eth0
  • #vi /etc/sysconfig/network-script/ifcfg-eth1

4. Buat bridge dgn perintah #brctl addbr br0

5. Masukkan interface ke bridge

  • #brctl addif br0 eth0
  • #brctl addif br0 eth1

6. Hidupkan dan beri IP Address Bridge (jgn sama dengan IP Address interface yg ke LAN tp satu jaringan dengan LAN )

  • #ifconfig br0 up
  • #ifconfig br0 192.168.0.101

7. Tambahkan di routing table nya, route baru yaitu :

  • route add -net 224.0.0.0/4 gw 10.230.41.1

8. Aktifkan forward dengan megedit file scripts yang telah ada /etc/sysconfig/network sehingga dapat terdapat basis sebagai berikut :

FORWARD_IPV4=true
Jika tidak ada lakukan dibawah ini

9. Jika mau mengedit file yang telah ada /etc/sysctl.conf dan anda tinggal mengubah nilai false menjadi true.

net.ipv4.ipforward=1

10. Lakukan pengecekan apakah forward sudah berhasil atau belum dan nilainya harus 1.

#cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

11. Jika belum lakukan restar terhadap konfigurasi tersebut

#/etc/init.d/network restart

12. Cek ulang apakah sudah berhasil atau belum

13. Cek paket yg masuk ke server multcast dengan perintah

  • tcpdum -ni eth0

14. Jika belum berhasil, coba cek firewall dengan perintah

#iptables -L

15. Jika banyak isinya, coba flush firewall dengan perintah

#iptables -F

 

Seharusnya dengan itu, server anda sudah jadi, client cukup diinstall VLC, dan tanpa merubah setting client, client sudah siap menerima siaran SeaEduNet.

namaku

Oleh: adnanpurwanto | September 16, 2008

Kepercayaan

Ada kalanya kepercayaan itu menyakitkan, apalagi kalo kita merasa diri kita tidak dipercaya.

Aku orang yang berusaha menjaga kepercayaan orang lain, vice versa aku berharap orang lain pun begitu. Ketika ada yang meminta tolong, aku serahkan yang aku punya, bisa berupa account, tanda tangan dan nama kuserahkan utk menangani masalah tersebut.

Tetapi ketika aku yang bermasalah, aku menjaminkan diriku supaya mereka percaya, ternyata itu tidak berarti apa-apa. Semuanya harus hitam di atas putih. Sulit bagiku untuk menerima itu semua. Seolah – olah apa yang aku kerjakan selama ini tidak berarti apa – apa.

Terus kenapa kalo ada masalah lari ke aku dan menggunakan namaku ??? Aku tidak tahu ? Ketika berhadapan dengan akuntan dan mahasiswa namaku yang digunakan, tetapi kalau sudah berhubungan dengan uang, namaku tidak berarti apa-apa. Jadi selama ini namaku hanya digunakan untuk hal-hal yang menguntungkan saja, terus kalo tidak menguntungkan namaku dicampakkan begitu saja.

MENYAKITKAN …..

Teman baikku berkata..gunakan aku ….

Tak perlu kau risau membayang … pamrih yang tersirat …

namaku

Oleh: adnanpurwanto | September 16, 2008

Selayang pandang (2) – Bangkok

Kemaren sore aku diajak keluar oleh Pak Soleh naik motor keliling Bangkok, buat nyari LNB, rencananya kita mau menghidupkan parabola yg segede gajah itu. Inilah hasil foto-fotoku selama naik motor diiringi rintik hujan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: adnanpurwanto | September 15, 2008

Suhu dan Kebersihan di Bangkok

Secara umum suhu di Bangkok sangat panas, aku yang datang di Bulan September saja sudah kepanasan padahal kata teman – teman disini, ini belum apa – apa, kalau bulan April – Mei panasnya bisa mencapai 40 derajat celcius. Ciri khas yang lain adalah kalau udah panasnya menyengat dan udaranya jenuh, bisa dipastikan hujan segera turun. Disini udara juga terasa kering dan jarang ada angin, itu yang menyebabkan udara di Bangkok semakin menyengat.

IMG 0001

Bangkok pas lagi panas – panasnya

IMG 0054

10 menit setelah itu, mendung datang dengan cepat dan hujan langsung tumpah, tetapi hujan disini tidak pernah lama, 30 menit setelah itu langsung reda dan udara terasa lebih nyaman.

Untuk kebersihan, sekilas disini cukup bersih, drainase lancar, tetapi kalau diamati lebih lanjut disini sering ditemui, maaf kotoran anjing dijalan dan banyak orang, terutama yang lagi mabok suka kencing sembarangan.

Oleh: adnanpurwanto | September 14, 2008

Pemasangan titik pertama SEA EduNet di Bangkok

Setelah menunggu sekian lama disebabkan karena aku ikut keliling bersama Bu Anti untuk survey lokasi pemasangan titik SEA EduNet setiap hari dan sorenya memberikan pelatihan buat guru – guru SIB, serta malam hari yang selalu hujan di Bangkok, pada hari Sabtu diiringi gerimis, aku dan guru – guru SIB yaitu Pak Soleh, Pak Agus dan Pak Bekti mulai melakukan pointing.

IMG 0026

Kesulitan kami adalah antenanya yang tinggi dan berada di bibir atap sehingga cukup sulit untuk bergerak, lengah sedikit kami bisa jatuh dari lantai 2 gedung kedutaan.

IMG 0027

Baudnya gede – gede banget !

IMG 0031

Menentukan arah berdasarkan azimuthnya

IMG 0032

Menandai arah timur di antena, busyet tinggi banget dan nggak bisa pake tangga

IMG 0033

Pak Bekti, guru senior SIB yang sudah 28 tahun di Bangkok akhirnya ikut membantu

Kami sempat menyerah dengan berbagai alternatif, yaitu :

1. Memindahkan antena ke tempat yang lebih mudah untuk pointing

2. Memakai antena parabola lama yang sudah tidak dipakai

Akhirnya kami sepakat untuk mencoba dulu satu malam, kalau masih belum berhasil, kami coba alternatif yang kedua. Selama pointing tercium bau bunga melati yang aku kira wajar, padahal ternyata ruangan dibawah antena adalah ruangan yang paling angker, bahkan aku sebenarnya banyak membuat foto tapi jarang yang jadi, aku nggak tahu kenapa padahal udah aku pastikan jadi tapi waktu pulang ke apartemen kok cuma ada foto gelap dengan bayangan putih. Untungnya aku nggak dikasih tahu dari awal, kalo dikasih tahu pasti udah nggak konsentrasi dach !

Akhirnya tepat pukul 12 malam, sinyal mencapai angka 94, dan selesai sudah pointing, kami turun, cek dan pasang modem dibawah, eh sinyal turun lagi jadi 15, waduh kenapa ya ? Tenyata sambungannya nggak mau diisolasi, setiap diisolasi turun jadi 15, wah repot nich, urusan teknis dicampuri oleh mahluk gaib, dengan mengucap Basmalah akhirnya mau juga diisolasi, kami bisa menerima streaming video dengan aman !

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori