Oleh: adnanpurwanto | September 16, 2008

Kepercayaan

Ada kalanya kepercayaan itu menyakitkan, apalagi kalo kita merasa diri kita tidak dipercaya.

Aku orang yang berusaha menjaga kepercayaan orang lain, vice versa aku berharap orang lain pun begitu. Ketika ada yang meminta tolong, aku serahkan yang aku punya, bisa berupa account, tanda tangan dan nama kuserahkan utk menangani masalah tersebut.

Tetapi ketika aku yang bermasalah, aku menjaminkan diriku supaya mereka percaya, ternyata itu tidak berarti apa-apa. Semuanya harus hitam di atas putih. Sulit bagiku untuk menerima itu semua. Seolah – olah apa yang aku kerjakan selama ini tidak berarti apa – apa.

Terus kenapa kalo ada masalah lari ke aku dan menggunakan namaku ??? Aku tidak tahu ? Ketika berhadapan dengan akuntan dan mahasiswa namaku yang digunakan, tetapi kalau sudah berhubungan dengan uang, namaku tidak berarti apa-apa. Jadi selama ini namaku hanya digunakan untuk hal-hal yang menguntungkan saja, terus kalo tidak menguntungkan namaku dicampakkan begitu saja.

MENYAKITKAN …..

Teman baikku berkata..gunakan aku ….

Tak perlu kau risau membayang … pamrih yang tersirat …

namaku


Tanggapan

  1. Menurutku, untuk urusan duit memang lebih bagus ada catatan hitam di atas putih, Sir!
    Bukan soal percaya nggak percaya, tapi pengalaman mengajarkan kalo duit mrpk biang keladi dari banyak permasalahan, termasuk putusnya persahabatan, PHK karena hutang dsb.
    Tapi jangan mau juga mempertaruhkan nama baik kita demi persahabatan, persaudaraan dsb.
    Berbuat baik itu harus, tapi berbuat terlalu baik itu ‘bunuh diri’.. :) )

  2. yo opo rek…
    itu yang sering ditanyakan temanku dari jawa timur sewaktu sedang dilanda masalah…
    Memang kalau yang berhubungan dengan uang, terkadang menyakitkan dan tidak adil (dari sisi pribadi), hanya sabar saja sebagai penawar, ambil hikmahnya bos (saya tidak mau sok tahu).
    anggap sebagai pelebur dosa, dan mungkin mitra/relasi kita juga sedang mengalami kesulitan (dalam konteks yang berbeda). Mari kita saling merapatkan barisan, memaafkan satu sama lain, supaya di hari idul fitri nanti sudah benar-benar bersih diri kita semuanya. aminnn….

  3. Wah…di Bangkok jadi tambah puitis aja nih bos satu kita, jgn2 karena jauh dari ibunya anak2 hehhehheh,

  4. jadi ingat, saya pernah ditipu mentah2( apa matang2 yah), tenaga, perasaan, waktu dan uang dgn orang yg selama itu saya anggap baik dan lurus :(

  5. Sering kali kita melakukan, kita berikan apa yang kita punya apa yang kita bisa baik itu tenaga, pikiran maupun materi untuk dapat membantu teman or orang lain yang membutuhkan. tapi sering kali juga disaat kita butuh bantuan kita merasa sendiri, sepi, dan merasa betapa sulitnya minta bantuan or pertolongan pada orang lain.itulah hidup dan kehidupan, fenomena alam yang mau ga mau harus kita terima, kita hadapi sampai akhirnya dapat kita temui apa arti hidup ini,,,,

  6. Memang terasa menyakitkan kalau merasakan sendiri hal itu, apa yang coba kita berikan kepada orang lain walau itu baik dari kita tapi tak selamanya ditanggapi baik oleh yang lain, hehehe ternyata … sama persis yang sedang saya alami belakangan ini tetapi berusahalah tak mengurangi tingkat kepercayaan kita pada orang lain, belive … Tuhan selalu mengetahui apa yang kita lakukan … Good Job Bos …

  7. Yah….Rejeki sdh di atur mas…, dipaksain jg gak bisa2…., yang penting itu berkahnya….karena jika menharapkan berkah maka sedikit apa pun uang itu akan selalu membawa rasa syukur bagi kita….Selalu ada rejeki di tempat lain….”Semoga Sukses Selalu Beserta Anda Sekeluaga”…

  8. Sabar & ikhlas itulah kunci ketenangan jiwa
    Tak usah pedulikan mereka yang menyakiti, masih banyak yang mencintai kita
    Kepercayaan tak selalu indah, itulah kehidupan dunia
    Semangat boZ!!!

  9. Duh..aq ikut terenyuh pak..bersabarlah dan yakinlah akn janjiNya,Alloh akn memberikan jln kmudahan rizki dr arah yg tdk dsangka2..ok? Sama kok..aq jg lg “nEk”pd keadaan ini btw qt hrs ttap”sabar”inget tmn qt SOBIRIN? Y smg qt trmsuk ddlmnya..amien


Beri tanggapan

Your response:

Kategori