Oleh: adnanpurwanto | Maret 31, 2008

Orang Tua yg tidak bertanggung jawab

Hari ini aku lihat seorang anak masih pake celana merah tanpa helm naik motor pas didepanku. Aku ikuti aja dia, aku memang lagi santai jadi nggak pengen mau nyalip dia.

Pas pertigaan yg tidak berlampu dia mau nyebrang, tapi pas ditengah2 dia belok kiri, aku jg sama. 20 meter dari pertigaan dia mau nyeberang, dia udah ambil kanan, jd udah ditengah2.

Tapi karena dari arah berlawanan ada mobil dia nggak jadi, dia tidak berhenti, malah banting kiri lagi motong jalanku. Karena kaget, aku dan motor dibelakangku membunyikan klakson. Dia kayaknya kaget terus banting kanan lagi, maksa menyeberang.

Dia bisa menghindari mobil, yg cuma berjarak tidak lebih 10 cm, tapi sial, disebelah mobil ada sepeda dan pengemudi sepeda serta si anak sudah tidak bisa menghindar, akhirnya terjadi kecelakaan.

Aku berhenti, mau mengasih pertolongan. Si pengemudi sepeda dan si anak tidak apa, hanya lecet2, tapi sepedanya rusak parah. Akhirnya aku bel orang tuanya utk tanggung jawab kerusakan sepeda yg diakibatkan oleh si anak.

Si Orangtua datang, langsung memarahi si anak. Anak itu mukanya pucat bukan karena kesakitan tapi ketakutan. Akhirnya karena aku udah muak, aku marahi si orang tua. Aku katakan, bahwa dia yang salah karena membiarkan anak SD menaiki sepeda motor.

Si orangtua membela diri dengan mengatakan si anak udah sering latihan dan udah membelikan motor buat anak itu, sayang kalo nggak di pake. Aku bilang ” Pak, aku punya anak umur 2 tahun, Insya allah aku sanggup belikan dia motor, tapi apa aku mau membiarkan anakku naik motor itu”.

Si orangtua kelihatannya malu, aku bilang lagi sama si orangtua, “Memang anak anda dari segi ketrampilan sudah cukup menguasai, tapi dari segi mental dan tanggung jawab belum cukup. Naik motor itu tidak sama dengan naik sepeda. Tanggungjawabnya lebih besar, jadi walaupun sudah mampu membelikan, bukan berarti si anak sudah boleh memakainya”.

Aku melihat sosok orangtua yg memperbolehkan anaknya menaiki motor sampai ke jalan raya sebelum memiliki SIM sebagai sosok orangtua yg tidak bertanggung jawab.


Tanggapan

  1. hebat, ajib, wisely …
    klo saya pegang motor dari smp – kul tanpa sim, kyknya bpk bkl bilang anak dan bpk yg tdk bertanggung jawab :mrgreen:
    pak di share tutor / experience IT-nya donk.
    thx.

  2. org tuany gx twu diri jga ye… ==”
    msa ank sd d ksi naek motor ke jln raya tanpa sim pula…

  3. Apakah sesuatu yang salah di mata kita pasti salaah di mata orang lain dan sebaliknya sesuatu yang benar di mata kita apa juga benar di mata orang lain …..
    Akupun jadi bimbang ….
    Coba Bimbing bimbang

  4. Di dunia ini, ada yang harus disamakan yaitu moral, kita mungkin berpikir tidak ada yang salah dengan apa yang kita lakukan, tapi coba berpikir juga dari kacamata orang lain. Orang Jawa biasanya mengatakan “Ngono yo ngono, tapi ojo koyo ngono”. Pikirkan, hidup tidak sendiri, ada orang lain yang mungkin tanpa kita sengaja kita merugikan dia, bukan karena kita tidak tahu, tapi kita mencoba melanggar aturan yg kita bikin supaya hidup kita lebih teratur. SIM aturannya adalah 17 tahun, kurang dari itu tidak bisa, artinya jika belum cukup umur tidak boleh memakai motor, tapi kenapa kita melanggarnya ?


Beri tanggapan

Your response:

Kategori