Oleh: adnanpurwanto | Maret 17, 2008

Doa Kita

Suatu hari, ada perlombaan mobil mainan. Semua anak di sekolah tsb mengikuti lomba itu. Akhirnya lomba itu mencapai finalnya dimana terdapat 10 anak yg berhasil lolos. Salah satu anak yg berhasil lolos adalah Andi dengan mobil mainan yg kelihatannya sudah jelek.

Ketika final sudah akan dimulai, dan bendera start mulai dikibarkan, tiba – tiba Andi minta supaya lomba jgn dimulai dulu. Dia meminta utk berdoa dulu, akhirnya permintaan tsb dikabulkan. Andi berdoa dengan khusyuk. Begitu Andi sudah selesai berdoa, lombapun segera dimulai. Ternyata Andi dengan mobil jeleknya berhasil keluar sebagai pemenang.

Dipodium ketika penyerahan hadiah, Kepala Sekolah bertanya kepada Andi, ” Ndi, apa doa yg kamu panjatkan tadi, sehingga berhasil memenangkan lomba”. Andi menjawab “Pak, saya tidak berdoa untuk menang. Saya berdoa semoga saya kuat dan tidak menangis ketika kalah dalam lomba ini”.

Hikmah yg bisa kita petik adalah kita sering kali berdoa supaya jd pemenang, padahal dengan kita sebagai pemenang, kita melukai orang lain, membuat sedih yg kalah. Kita jarang memohon agar kita menjadi orang yang kuat ketika kita kalah, kita selalu berharap kita sebagai pemenang.

Tanpa kita sadari, doa yg merupakan suatu tindakan yg suci ternyata juga melukai orang lain tanpa kita sengaja, apalagi ucapan dan tindakan kita, maka alangkah lebih baiknya kita memohon maaf kpd orang disekitar kita thd segala ucapan dan tindakan yang mungkin tdk pernah kita sadari melukai orang lain.


Tanggapan

  1. ” Kebagahiaan dapat dirasakan apabila kita dapat membuat dan melihat teman, saudara atau keluarga merasa senang, maka mulailah dari hal yang terkecil yaitu membuat orang lain merasa senang dengan memberikan senyum ikhlas.”

  2. ceritanya menyentuh buanget emang nih pak adnan jagonya cerita hikmah, thank’s pak ditunggu hikmah2 berikutnya sukses selalu buat pak adnan and family.

  3. “kita akan tau apa yang orang lain rasakan saat kita juga ikut mencoba merasakan bukan hanya kita simpati dengan mengucap”aku turut prihatin”,kadang orang yang kita anggap jelek adalah orang yang sebenernya lebih baik dari kita,,kadang orang yang kita elu-elukan justru membuat kita lupa siapa sebenernya kita,hingga kita tidak peduli orang lain yang tiap hari susah senang bersama kita,lalu kita mulai mencibir mereka,,apa kita tidak pernah berpikir sebenarnya kita sama”berasal dari sesuatu yang sama,hidup hanya membawa kotoran dan air kencing,mati hanya jadi makanan cacing tanah”lalu dengan PD nya saat orang lain mengingatkan sesuatu untuk kebaikan kita,kita berkata”kamu ga tau siapa saya”..menyedihkan.

  4. Waah..thanks ats hikmahnya.dah ketularan bu tenia yg jago nulis ni..tu crtanya”pejuang sejati”buanget


Beri tanggapan

Your response:

Kategori