Pagi ini jam 8 kita berangkat dari kontrakan bos Zubeir utk meluncur ke Cianjur, ada 6 orang yg berangkat ke Cianjur, yaitu aku, bos Zubeir, pak Tamam, Ade, Sindu & Sandi. Ini sebagian foto di mobil

Ki-ka : Bos, Sandy, Tamam (lg ngorok),Sindu dan aku ( cuma mata doang ) :))
Sampai Cianjur tepat jam 12, sesudah sholat dan makan, kita mulai pasang parabola dan modem jam 1, ini foto2 kegiatan di VEDCA

Aku kayak mandor ngliatin temen-temen lg masang tiang :))

Pointing antena

Saking semangatnya, atau antena yg kurang mutu, jadi sempat patah :))

Kemesraan di VEDCA, bahaya neh …

Setting modem Hughes

Kesuksesan setelah melakukan pointing

Tes menerima video via SEA EduNet

Menyaksikan SEA EduNet didalam R. Pertemuan VEDCA
Alhamdulillah seluruh setting bisa diselesaikan dalam waktu 3,5 jam ( itu udah sama ngelas antena, he..he.. ), sehingga kami bisa segera meluncur ke Bandung

Makan malam di Bandung, setelah selesai memasang
Filed under: Tak Berkategori | 0 Comments
Setelah kemarin seharian tes dan pelatihan teori pointing antena parabola, maka hari ini aku ikut praktek pelatihan pointing antena & pemasangan modem Hughes.
Setelah mengikuti pelatihan, diharapkan peserta dapat memasang sendiri antena di setiap mitra SEAMOLEC yang akan terhubung ke SEA EduNet.
Inilah sebagian foto2 kegiatan hari ini

Ki-ka : Mr Bagiono, Mr Tamam, Mr Sindu, aku, Mr Ade dan Mr Zubeir
Biar bener2 terasa di lapangan, walaupun hanya latihan kita coba memasang antena di lapangan beneran ( lihat aja tiang gawangnya ) dan jam 13.30 pula ( wuih panas bener ).

Mendokumentasi setiap langkah
Supaya memudahkan teman2 yg nantinya memasang di setiap titik, kita jg mendokumentasikan setiap langkah pemasangan antena & modem, untuk dijadikan SOP.

Akhirnya terkonek juga, tapi si Ade kurang ajar nutupin gua
Ternyata memasang antena juga menguras tenaga, gila abis berapa gelas Aqua tadi ya ? Kayaknya ada 7 dech ! Kira2 waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam. Lha yang masang 6 orang, ntar kalo di lokasi, masang sendirian gimana yah ? Tahu dah, lihat ntar aja !
Filed under: Tak Berkategori | 0 Comments
Mohon Maaf buat Iim
Im, maafkan aku nggak sempat menjenguk kamu waktu kamu lagi sakit
Im, maafkan kamu aku nggak bisa mbantu apa2
Im, maafkan aku nggak bisa nganter kamu ke tempat peristirahatan terakhirmu
Im, maafkan aku…
Filed under: Tak Berkategori | 3 Comments
Hari ini aku lihat seorang anak masih pake celana merah tanpa helm naik motor pas didepanku. Aku ikuti aja dia, aku memang lagi santai jadi nggak pengen mau nyalip dia.
Pas pertigaan yg tidak berlampu dia mau nyebrang, tapi pas ditengah2 dia belok kiri, aku jg sama. 20 meter dari pertigaan dia mau nyeberang, dia udah ambil kanan, jd udah ditengah2.
Tapi karena dari arah berlawanan ada mobil dia nggak jadi, dia tidak berhenti, malah banting kiri lagi motong jalanku. Karena kaget, aku dan motor dibelakangku membunyikan klakson. Dia kayaknya kaget terus banting kanan lagi, maksa menyeberang.
Dia bisa menghindari mobil, yg cuma berjarak tidak lebih 10 cm, tapi sial, disebelah mobil ada sepeda dan pengemudi sepeda serta si anak sudah tidak bisa menghindar, akhirnya terjadi kecelakaan.
Aku berhenti, mau mengasih pertolongan. Si pengemudi sepeda dan si anak tidak apa, hanya lecet2, tapi sepedanya rusak parah. Akhirnya aku bel orang tuanya utk tanggung jawab kerusakan sepeda yg diakibatkan oleh si anak.
Si Orangtua datang, langsung memarahi si anak. Anak itu mukanya pucat bukan karena kesakitan tapi ketakutan. Akhirnya karena aku udah muak, aku marahi si orang tua. Aku katakan, bahwa dia yang salah karena membiarkan anak SD menaiki sepeda motor.
Si orangtua membela diri dengan mengatakan si anak udah sering latihan dan udah membelikan motor buat anak itu, sayang kalo nggak di pake. Aku bilang ” Pak, aku punya anak umur 2 tahun, Insya allah aku sanggup belikan dia motor, tapi apa aku mau membiarkan anakku naik motor itu”.
Si orangtua kelihatannya malu, aku bilang lagi sama si orangtua, “Memang anak anda dari segi ketrampilan sudah cukup menguasai, tapi dari segi mental dan tanggung jawab belum cukup. Naik motor itu tidak sama dengan naik sepeda. Tanggungjawabnya lebih besar, jadi walaupun sudah mampu membelikan, bukan berarti si anak sudah boleh memakainya”.
Aku melihat sosok orangtua yg memperbolehkan anaknya menaiki motor sampai ke jalan raya sebelum memiliki SIM sebagai sosok orangtua yg tidak bertanggung jawab.
Filed under: Hidup | 1 Comment
Anak Karbitan
Kita sering hanya menyadari bahwa orangtua mempunyai kebanggaan kalau si anak sudah bisa memiliki kemampuan yg tidak dimiliki oleh anak sebaya. Tapi kadang kala kita tidak sadar, bahwa secara emosional si anak belum saatnya memiliki kemampuan tsb.
Kita berlomba-lomba menyekolahkan anak ke sekolah favorit yg memiliki jam-jam tambahan sedemikian banyak supaya anak memiliki kompetensi yg lebih, tapi mengorbankan jam bermain anak. Bayangkan anak SD suruh belajar sampai jam 4 sore, sepulang sekolah masih dibebani tugas yg banyak. Belum lagi setelah itu masih ditambah dengan les-les tambahan. Bukankan kodrat anak untuk bermain ??
Akan lain halnya jika kita melihat anak kita memiliki potensi dan mengarahkan anak sesuai dengan potensi, tapi jangan memaksa anak mempelajari sesuatu yg dia belum tentu suka. Biarkan anak matang sesuai usianya. Anak kita bukan buah, yang bisa dipaksa masak sebelum saatnya, dengan karbit. Semoga anaku tidak menjadi “Anak Karbitan”
Filed under: Tak Berkategori | 1 Comment
Doa Kita
Suatu hari, ada perlombaan mobil mainan. Semua anak di sekolah tsb mengikuti lomba itu. Akhirnya lomba itu mencapai finalnya dimana terdapat 10 anak yg berhasil lolos. Salah satu anak yg berhasil lolos adalah Andi dengan mobil mainan yg kelihatannya sudah jelek.
Ketika final sudah akan dimulai, dan bendera start mulai dikibarkan, tiba - tiba Andi minta supaya lomba jgn dimulai dulu. Dia meminta utk berdoa dulu, akhirnya permintaan tsb dikabulkan. Andi berdoa dengan khusyuk. Begitu Andi sudah selesai berdoa, lombapun segera dimulai. Ternyata Andi dengan mobil jeleknya berhasil keluar sebagai pemenang.
Dipodium ketika penyerahan hadiah, Kepala Sekolah bertanya kepada Andi, ” Ndi, apa doa yg kamu panjatkan tadi, sehingga berhasil memenangkan lomba”. Andi menjawab “Pak, saya tidak berdoa untuk menang. Saya berdoa semoga saya kuat dan tidak menangis ketika kalah dalam lomba ini”.
Hikmah yg bisa kita petik adalah kita sering kali berdoa supaya jd pemenang, padahal dengan kita sebagai pemenang, kita melukai orang lain, membuat sedih yg kalah. Kita jarang memohon agar kita menjadi orang yang kuat ketika kita kalah, kita selalu berharap kita sebagai pemenang.
Tanpa kita sadari, doa yg merupakan suatu tindakan yg suci ternyata juga melukai orang lain tanpa kita sengaja, apalagi ucapan dan tindakan kita, maka alangkah lebih baiknya kita memohon maaf kpd orang disekitar kita thd segala ucapan dan tindakan yang mungkin tdk pernah kita sadari melukai orang lain.
Filed under: Hidup | 3 Comments
Dear friends
Sebenarnya blog ini udah aku buat cukup lama, tapi tak diamkan, kadang2 males nulis, atau malah pas dapet inspirasi nggak konek internet. Aku pernah download software BlogDesk tapi lama tak diamkan, kemaren krn sakit iseng2 buka laptop dirumah dan coba instal blogdesk.
BlogDesk sgt membantuku menulis blog krn aku tidak perlu online menulis blog, kapanpun aku menulis, tinggal tulis aja, tinggal begitu konek langsung di publish, wah enaak tenaan.
Semoga dgn Blog Desk bisa membantu menulis blog dengan lebih rajin, maklum kemampuan writingku cukup parah, mungkin krn aku orang yg introvert dan Scorpio sejati (suka berahasia) jd agak sulit cerita ttg diri sendiri.
Filed under: Uncategorized | 1 Comment
Sahabat
Aku kadang - kadang berpikir, hidup itu semakin lama semakin susah. Tanggung jawab semakin berat (emang waktu kecil kita harus mikir nyari duit). Apalagi ditambah semakin tua, kita semakin susah menemukan sahabat.
Kita sekarang punya banyak temen, ada yg berasal dari kantor, ada jg yg didapat dari lingkungan. But sahabat… wah susah ternyata.
Aku punya 2 sahabat, tapi sekarang semuanya ada diluar kota. Untuk ketemu tiap tahun aja udah susah.
Sahabatku yg pertama namanya Anggung Kinopaman, orangnya agak esentrik. Ide-idenya kadang kala liar. Orangnya anti kemapanan, agak kurang ramah tapi baik hati. Dulu kita sering ngobrol soal susahnya orang2 yg hidup di Jakarta, eh.. nggak tahunya dia sekarang hidup di Jakarta. Dia punya kemampuan menaklukan hati wanita, sampai2 ada guyonan kalo di punggungnya ada tulisan “Menerima wanita kesepian”
Satunya lagi namanya Kumbang Silaturahman AdiAsmara ( panjang & berat artinya ). Ini sifat dasarnya berbeda sekali dengan Anggung. Orangnya teliti, suka pekerjaan dibelakang meja. Nich anak keras kepala, sering disebut kepala batu, andalannya pokoknya, jd kalo pokoknya udah keluar, salah bener urusan belakangan. Ironisnya, dulu dia satu2 dari 3 orang (aku, Kino & Kumbang ) yg rumahnya ditengah kota, sekarang dia malah tinggal di pelosok, di Majenang (+- 2 jam dari kota terdekat), Kumbang…Kumbang nasibmu Mbang.
Filed under: Hidup | 4 Comments